1. Bukti Formil
Bukti formil adalah bukti yang menunjukkan bahwa suatu peristiwa atau tindakan telah dilakukan secara sah menurut tata cara dan bentuk yang ditentukan oleh hukum, tanpa menilai kebenaran isinya secara mendalam.
Fokusnya:
Apakah prosedur dan bentuk hukumnya sudah benar?
Contoh:
- Akta otentik yang dibuat oleh notaris
- Surat perjanjian yang ditandatangani para pihak
- Berita acara pemeriksaan
- Surat keputusan pejabat yang berwenang
Dalam banyak kasus, bukti formil dianggap benar secara hukum sampai dibuktikan sebaliknya (memiliki kekuatan pembuktian sempurna secara formil).
2. Bukti Materil
Bukti materil adalah bukti yang menunjukkan kebenaran substansi atau isi dari suatu peristiwa hukum, yaitu apakah fakta yang diklaim benar-benar terjadi.
Fokusnya:
Apakah isi atau fakta yang dinyatakan itu benar secara nyata?
Contoh:
- Keterangan saksi tentang kejadian sebenarnya
- Rekaman video atau audio peristiwa
- Barang bukti (misalnya senjata, dokumen palsu)
- Fakta yang terungkap di persidangan
Bukti materil dipakai untuk menilai kebenaran sesungguhnya, bukan sekadar kelengkapan administratif.
3. Perbedaan Singkat
| Aspek | Bukti Formil | Bukti Materil |
| Fokus | Bentuk & prosedur | Isi & fakta |
| Menilai | Keabsahan hukum | Kebenaran nyata |
| Contoh | Akta notaris, surat resmi | Saksi, barang bukti |
| Pertanyaan utama | “Apakah sah menurut hukum?” | “Apakah benar-benar terjadi?” |
